By. SID
Mumpung lagi liburan nulis dulu lah
kata dodo “Stop Jadi Sapi Perahan waktunya Tidur”.
Banyak orang alergi kalo lagi dijalanan, banyak juga yang menghina, memandang sebelah mata orang-orang jalanan. Tapi jika direnungkan lebih jauh lagi banyak hal baik yang bisa kita ambil saat berada dan membaur dengan orang-orang jalanan. Orang jalanan identik dengan kaum Marginal yang terpinggirkan namun demikian semangat dan perjuangan orang Jalanan untuk menjani hidup sangat tinggi dan tidak kenal lelah meski kadang nyawa taruhannya.
Sebagai contoh Saya sering memperhatikan pedagang asongan dan juga pengemis yang sering beroperasi di Traffic Light. Lampu merah bagi mereka adalah moment yang tepat untuk meraup rejeki, baik sekedar menjajakan barang dagangannya bagi sang pedagang dan juga hanya mengadahkan tangan bagi sang pengemis. Nah walaupun hal yang mereka lakukan berbeda akan tetapi jika kita perhatikan lebih jauh lagi maka pola mereka itu sebenarnya sama saja, tujuannya hanya satu berjuang untuk mendapatkan uang.
Tapi disinilah yang perlu kita ambil sisi baiknya dari sang pedagang asongan dan juga sang pengemis itu, penolakan demi polakan dari pengendara mobil dan pengendara motor tidak menurunkan semangat mereka untuk tetap berusaha terus, terus dan terus menjual dan meminta. Anda bayangkan berapa banyak kendaraan yang berlalu lalang dalam satu harinya di sebuah jalan raya dan berapa banyak penolakan yang mereka terima sampai akhirnya ada pembeli atau ada yang memberikan uang recehannya, namun itu lah kuncinya mental mereka terlatih dari hari ke hari sehingga beratnya penolakan itu tidak dirasakan lagi dan malah memicu mereka untuk lebih kuat lagi.
